Puji Fatika disini ingin mencurahkan semua isi hati lewat puisi-puisi yang ku buat sendiri.
Perwujudan Kemerdekaan dari Pejuang Negeri
Ganasnya pancaran sinar matahari
Kuatnya deburan angin yang mengoyak pasir
Lemparan terik menyengat kulit insan
Pantang menyerahlah ia sang pejuang negeri
Semangat membara walau butiran timah kan melayang di tubuhnya
Terus berjuang meski raga kan terjatuh mengucur darah
Relakan semua tuk setonggak kemerdekaan
Relakan semua tuk simpul senyuman rakyat
Kini tlah terwujud tonggak kemerdekaan itu
Tinggal kitalah yang lanjutkan semangat membaranya
Walau bukan butiran timah yang kan melayang di tubuh kita
Tapi butiran pembodohan mental yang kan menjatuhkan kita di negeri ini
--End--
Sampai sini dulu nanti Q buat lagi kok....
Penantian Ramadhan
Kehidupan terus bergulir tanpa henti
Waktu terus mengingatkan
Dosa tak luput terukir dalam kehidupan
Permohonan ampun terus terucap dari tiap bibir
Hati terus menanti saat dimana menanti pengujian diri
Dimana terlukisnya kesucian
di Ramadhan ini
Untuk menuju sebuah kemenangan
Dan kini tiba saatnya penantian itu tiba
Saat dimana kita kan menata dan mensucikan hati
dalam bulan penuh berkah dan ampunan
Berharap dapat kemenangan di bulan fitri nanti
Q juga pengen nulis lirik lagu Hijau Daun disini yang judulnya Dunia Lain...cz liriknya enak bgtz bwt didenger....Kali ini akan kutulis disini....
Dunia Lain
By:Dide Hijau Daun
Ku ungkap kisah ini
Mungkin engkau mengerti
Ku tak tinggalkanmu seperti yang lainnya
Lambat putaran waktu mengiringi langkahku
Kau terbujur kaku di sudut hatiku
Coba saja kau tanya pada hati yang lain
Yang pernah kusinggahi dan kini ku akhiri
Jawaban ku tetap sama dan tak pernah berubah
Ini duniaku bukan duniamu
Ku berharap waktu dapat menjagamu disana
Bertahanlah menunggu
Lukislah duniamu... kulukis duniaku
Kita jauh berbeda itulah adanya
Tetap kau didepanku di depan mataku
Bertahanlah menunggu... ikuti jalanku
Ku berharap waktu dapat menjagamu disana
Bertahanlah menunggu
Lukislah duniamu... kulukis duniaku
Kita jauh berbeda itulah adanya
Tetap kau didepanku di depan mataku
Bertahanlah menunggu... ikuti jalanku
Lukislah duniamu... kulukis duniaku
Kita jauh berbeda itulah adanya
Tetap kau didepanku di depan mataku
Bertahanlah menunggu... ikuti jalanku
Jumat, 14 Agustus 2009
Langganan:
Postingan (Atom)